Reklamasi, solusi atau awal mula masalah baru?

Beberapa saat yang lalu ketika muncul kabar bahwa akan dibukanya tambang pasir pesisir di Banyuwangi, Arsa seorang bocah berusia sekitar 3 tahun berkata pada ibunya, "Ojook..!!!pasir pantai nggak boleh dijual….. pasir pantai buat main mas acha" dan saat ditawarin untuk menuliskan beberapa kalimat diatas kertas, Arsha langsung mengiyakan dan langsung menuliskan beberapa kalimat "JANGAN AMBIL PASIRPANTAI BANYUWANGI"

Reklamasi adalah adalah proses pembuatan daratan baru dari dasar laut atau dasar sungai. Tanah yang direklamasi disebut tanah reklamasi atau landfill. Pengeringan rawa untuk dijadikan pertanian adalah contoh bentuk penghancuran habitat. Di beberapa daerah di dunia, proyek reklamasi baru dibatasi atau tidak lagi diperbolehkan karena ada ikatan hukum perlindungan lingkungan (Wikipedia).

Beberapa wilayah yang kemungkinan terkena dampak reklamasi diantara :
  1. Wilayah pantai yang semua menjadi ruang public bagi masyarakat akan hilang dan semakin sedikit karena akan dimanfaatkan sebagai privat. Sedangkan dari sisi lingkungan, banyak biota laut yang mati baik flora maupun fauna karena timbunan material tanah urugan yang akan mempengaruhi ekosistem yang sudah ada.
  2. System hidrologi gelombang air laut yang jatuh ke pantai akan berubah dari alaminya. Berubahnya alur air laut akan berakibat pada daerah diluar reklamasi, dimana daerah tersebut akan mendapat limpahan air yang akan memungkinan terjadi abrasi, tergerus atau berakibat terjadinya banjir (rob) karena genangan air yang banyak dan lama.
  3. Dampak pada aspek sosialnya, kegiatan masyarakat di wilayah pantai sebagian besar adalah petani tambak, nelayan atau buruh. Dengan adanya reklamasi akan mempengaruhi ikan yang ada di laut sehingga berakibat pada menurunnya pendapatan mereka yang menggantungkan hidup kepada hasil laut. Pada aspek ekologi, kondisi ekosistem di wilayah pantai yang kaya akan keanekaragaman hayati sangat mendukung fungsi pantai sebagai penyangga daratan. Ekosistem perairan pantai sangat rentan terhadap perubahan sehingga apabila terjadi perubahan baik secara alami maupun rekayasa akan mengakibatkan berubahnya keseimbangan ekosistem. Ketidakseimbangan ekosistem perairan pantai dalam waktu yang relatif lama akan berakibat pada kerusakan ekosistem wilayah pantai, kondisi ini menyebabkan kerusakan pantai.
Dampak negatif dari reklamasi antara lain :
  1. Peninggian permukaan air laut karena area yang sebelumnya berfungsi sebagai kolam telah berubah menjadi daratan.
  2. Akibat peninggian permukaan air laut maka daerah pantai lainya akan rawan tenggelam, atau setidaknya air laut naik ke daratan sehingga akan banyak tanaman yang mati, area daerah persawahan sudah tidak dapat digunakan untuk bercocok tanam, hal ini banyak terjadi diwilayah pedesaan pesisir pantai.
  3. Musnahnya tempat hidup hewan dan tumbuhan pantai sehingga keseimbangan alam menjadi terganggu, apabila gangguan tersebut dilakukan dalam skala besar , berpengaruh pada perubahan cuaca serta kerusakan planet bumi secara total.
  4. Pencemaran laut akibat kegiatan di area reklamasi dapat menyebabkan ikan mati sehingga nelayan kehilangan lapangan pekerjaan.
Sebagai salah satu pecinta olah raga mancing, saya sendiri menolak dilakukannya reklamasi pantai. Alasannya adalah dengan reklamasi, lokasi spot mincing juga akan berkurang akibat dampak dari reklamasi. Dan menurut abar terakhir, sebagai warga Banyuwangi yang kabar nya pasir pesisir nya kan dikeruk untuk reklamasi teluk Benoa, oleh Gubernur Jawa Timur telah ditolak. Lalu, bagaimana dengan sobat?

Terima kasih untuk bunda Acha telah memberi ijin foto nya saya gunakan....
Judul: Reklamasi, solusi atau awal mula masalah baru?; Ditulis oleh Mr. Shinto; Rating Blog: 5 dari 5

Related Posts:

0 Response to "Reklamasi, solusi atau awal mula masalah baru?"

Posting Komentar

- -