Perbedaan benjolan kanker dan non-kanker pada payudara

Perbedaan benjolan kanker dan non-kanker pada payudara
Setiap wanita selalu mendambakan memiliki payudara indah dan sehat. Selain sebagai penunjang kecantikan seorang wanita, payudara menjadi sangat berarti karena melalui payudara seorang wanita dapat memberikan kasih sayang kepada bayinya melalui ASI.

Namun, tanpa disadari setiap wanita memiliki resiko penyakit kanker payudara. Kanker yang menyerang jaringan payudara dan pada umumnya menyerang wanita, tentunya menjadi momok yang menakutkan bagi para wanita.

Salah satu ciri-ciri kanker ini adalah munculnya benjolan pada payudara pasien. Namun, tidak semua benjolan yang muncul adalah kanker. Dalam beberapa kasus (80%), benjolan yang muncul bukanlah kanker, melainkan disebabkan oleh kondisi lain.

Berikut ini adalah perbedaan antara benjolan kanker dan non-kanker pada payudara :
  1. Benjolan non Kanker – Pada kasus non-kanker, Benjolan yang muncul pada payudara bisa jadi merupakan tanda dari kondisi berikut ini :
    • Kista – Merupakan kondisi dimana munculnya kantong berisi cairan dalam jaringan payudara yang menyebabkan timbulnya benjolan. Ciri-cirinya adalah jika diraba, benjolan tersebut terasa lunak dan umumnya, kista dialami oleh wanita antara usia 35-50 tahun. Ukuran kista yang mencapai lebih dari 2.5cm, dapat menyebabkan rasa sakit dan tidak nyaman pada payudara.
    • Fibroadenoma – Berupa benjolan padat yang muncul akibat dari kelebihan pembentukan kelenjar penghasil susu atau lobulus dan jaringan disekitar payudara. Benjolan ini tidak terasa sakit dan akan bergeser jika di tekan. Pada umunya, kondisi ini dialami oleh wanita berusia 20-30 tahun dan penyebabnya sampai saat ini masih belum diketahui secara pasti. Namun, kondisi seperti itu masih terkait dengan hormon kesuburan pada tiap wanita.
    • Infeksi bakteri – Infeksi bakteri seperti mastitis dapat pula menimbulkan benjolan yang terasa nyeri pada payudara. Kondisi ini sering kali ditemui pada ibu menyusui. Hal ini dapat terjadi ketika bakteri dari permukaan kulit ibu atau mulut bayi masuk ke saluran susu melalui puting. Penyebab lainnya adalah saluran susu yang tertutup. Hal ini terjadi saat ibu sedang menyusui namun disudahi, padahal susu didalam payudara belum habis. Akibatnya, susu kembali ke sarulan yang memicu infeksi dan menimbulkan benjolan. Selain rasa nyeri, gejala lain yang muncul akibat infeksi bakteri yaitu demam.
    • Perubahan Fibrokistik – Adalah perubahan pada payudara karena ketidak stabilan hormon selama siklus menstruasi. Perubahan tersebut akan menimbulkan benjolan pada payudara dan terasa nyeri. Selain itu, puting susu akan lebih sensitif. Kondisi seperti ini bukanlah penyakit. Pada umunya, gejala terjadi ketika periode pra-menstruasi dan berangsur membaik ketika berlangsung atau berakhirnya menstruasi. Namun, jika gejala tetap bertahan setelah selesai periode menstruasi, segera periksakan ke dokter.
  2. Benjolan kanker – Benjolan yang muncul di payudara bisa saja merupakan kanker, jika benjolan tersebut memiliki gejala berikut ini :
    • Benjolan terasa keras dan berbeda daerah daerah sekitarnya dan biasanya tidak terasa sakit dan tidak bergeser saat di tekan.
    • Adanya perubahan ukuran dan bentuk yang dialami oleh payudara
    • Puting susu tertarik ke bagian dalam.
    • Puting susu akan mengeluarkan cairan bercampur darah meskipun hal tersebut jarang terjadi.
    • Munculnya bintik-bintik merah diskitar puting yang terlihat seperti eksim. Namun hal tersebut tidak selalu terjadi pada kasus kanker payudara.
    • Terdapat penebalan kulit pada beberapa area payudara.
Dengan mengetahui perbedaan antara benjolan kanker dan non-kanker pada payudara, diharapkan para wanita lebih dapat menjaga kesehatan payudara mereka. Namun, alangkah baiknya segera periksakan ke dokter jika ditemukan benjolan pada payudara untuk lebih memastikan. Dan jika memang benjolan yang muncul adalah kanker, diharapkan dapat ditangani sejank dini.

Selain itu, kanker payudara dapat diminimalisir dengan cara melakukan pemeriksaan payudara secara rutin. Hal ini dapat meningkatkan sensivitas wanita terhadap perubahan yang terjadi pada payudara mereka. Sehingga jika terdapat benjolan sekecil apapun, mereka dapat segera mengetahui karena terbiasa memeriksa dan mengetahui bagaimana payudara pada kondisi normal. Dan untuk wanita yang telah berusia diatas 50 tahun, disarankan untuk melakukan pemeriksaan secara berkala setiap 3 tahun sekali.
Judul: Perbedaan benjolan kanker dan non-kanker pada payudara; Ditulis oleh Mr. Shinto; Rating Blog: 5 dari 5

Related Posts:

1 Response to "Perbedaan benjolan kanker dan non-kanker pada payudara"

  1. sungguh sangat menakutkan Penyebab Kanker Payudara terkadang kita suka mengabaikan dan tidak peduli kesehatan

    BalasHapus

- -